Cerita Ovie Lifestyle Blogger

Memasak Membentuk Hubungan Sosial

18 comments
Konten [Tampil]
memasak membentuk hubungan sosial
Saya sengaja membuat blog tentang kuliner. Bukan kuliner yang isinya hanya review saja. Mengulas hasil masakan itu adalah bukan proses mengenal makanan secara dalam. Tulisan hubungan memasak membentuk hubungan sosial terinspirasi dari kegiatan bersama teman-teman.

Desclaimer tulisan ini hanya sebagai curahatan pikiran saya tentang masakan. Pastinya ada pendapat yang boleh diterima dan ditolak. Jika suatu saat saya tidak sesuai dengan tulisan ini. Karena saya tidak bisa menjamin apa yang saya yakini akan selalu baik di masa depan.

Sebenarnya saya bukanlah orang yang suka sekali memasak. Hanya saja saya pernah terpaksa harus memasak karena sebuah tuntutan. Setiap pagi harus menyiapkan masakan untuk sarapan dan siang hari dengan porsi sampai puluhan. Lama kemudian saya membenci kegiatan memasak.

Menurut saya memasak tidak ada esensinya. Hanya kegiatan memusingkan untuk memilih menu apa yang harus disajikan. Jika ada yang kurang suka dengan masakan saya, itu membuat kesal diri sendiri. Akhirnya saya berpikir untuk apa sih saya masak jika untuk mendapatkan pujian orang lain. Mungkin karena cita-cita saya bukan menjadi koki yang handal, ya. Jadi kurang suka dikritik hehe.

Meski begitu ternyata saya masih merasa untuk menerima setidaknya orang lain yang makan masakan saya bisa diterima di lidahnya. Sampai sekarang saya mencoba mencari alasan dan tujuan memasak selain untuk mengenyangkan diri.

Menemukan Sudut Pandang Lain Tentang Memasak


Saya mulai menyukai memasak ketika menjadi anak rantau. Di tempat yang jauh dari keluarga inti. Bertemu dengan orang baru yang bahkan tidak tahu bahasanya. Tidak ada kesamaan khusus untuk bisa dekat kecuali sama-sama kuliah di tempat yang sama.

Suatu hari saya bertemu dengan orang-orang yang suka memasak bersama. Kegiatan ini menjadikan kami orang yang dengan latar belakang berbeda saling mengobrol berbagai hal. Meski kegiatannya tidak runtin, tapi berlanjut ke kegiatan yang memiliki kesamaan lainnya.

Kegiatan Memasak Membentuk Hubungan Sosial


Jika biasa mendengar memasak tujuan akhirnya makanan enak. Pada kegiatan bersama teman kegiatan memasak yang jadi tujuan utama adalah proses memasaknya. Dalam proses ini membutuhkan interaksi antar teman.

Di sinilah kegiatan berbagai informasi dari perkenalan, latar belakang budaya, cara berpendapat, karakter yang muncul, dan lainnya. Meski tidak semua hal dikeluarkan itu yang sebenarnya atau bukan. Namun, kita akan menemukan orang-orang yang memang cocok atau tidak.

Cara berpendapat teman bisa dilihat ketika mengajukan masakan apa yang harus dimasak. Tentang bagaimana cara mengolahnya. Setiap orang memiliki kebiasaan berbeda dalam keluarganya. Di sini kita bisa menemukan orang yang hanya ikut kebanyakan orang, suka memaksa, atau menengahi.

Toleransi terhadap budaya teman lainnya. Ketika persiapan dan proses masak akan terjadi obrolan tentang kebiasaan makanan yang ada dalam keluarganya. Hal ini berpengaruh terhadap rasa yang dihasilkan tiap orang berbeda-beda. Tidak membenarkan cara dari teman ini paling baik dan teman lain kurang baik. Tidak bisa, karena itu adalah kebiasaan yang berbeda.

Sebagai kegiatan berbagi info tentang proses bahan makanan bisa sampai ke tangan masing-masing. Bisa jadi ada cerita bahwa jenis sayuran tertentu hanya tumbuh di wilayah tertentu. Cara mengolah minuman atau makanan tertentu ternyata hanya ada di daerah tersebut. Hal ini menambah wawasan yang lainnya secara langsung ke sumbernya.

Jadi diri kita adalah duta masakan daerahnya masing-masing. Bagaimana bisa jika kita tidak mengenal cara mengolahnya bahkan dari mana sumbernya? Hal inilah yang saya rasakan, ketika ketidaktahuan saya akan budaya makan tempat lahir.

Akhirnya saya pun mencoba melihat, memahami, dan mencoba untuk membuat masakan yang pernah disajikan oleh orang tua atau lingkungan dulu. Saya pun mencoba dan mengenal budaya makanan di tempat baru.

Jadi hubungan bersama teman baik lama atau baru agar menghindari obrolan canggung bisa gunakan dengan cara masak bersama. Saya juga terinspirasi dari novel Inggris lama, dimana kalau ada orang yang berkunjung akan melakukan sebuah kegiatan atau permainan.

Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk membentuk hubungan sosial yang cocok untuk dilakukan. Setelah tahu manfaat memasak membentuk hubungan sosial, saya menjadi senang melakukannya. Meski kadang-kadang jenis masakan saya belum bisa diterima karena perbedaan kultur, tapi saya sudah mencobanya.

ovie
Hai, selamat berkunjung di blog Cerita Ovie yang bercerita tentang kuliner, beauty, tips, jalan-jalan, dan tentang buku.

Related Posts

18 comments

  1. Kita bisa menyukai sesuatu bila ada suatu manfaat yang bisa kita rasakan di situ. Kalau Mbak Ovie liatnya dari sisi hubungan ya, dan itu sudah bisa jadi modal buat menyukai kegiatan memasak. Orang lain pun pasti punya alasan sendiri, yang belum tentu sama dengan orang lainnya.

    ReplyDelete
  2. What a lucky you are. Bisa merantau ke beberapa wilayah Indonesia dan mengenal kuliner-kuliner khas Jawa, Sunda, sampai sekarang di Nusa Tenggara. Keren nih, dari memasak bisa menjadi media untuk membentuk hubungan sosial dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  3. Happy banget bisa belajar masak banyak masakan khas daerah yah, saya baru bisa masak khas sunda itu pun hanya beberapa, hihi. Harus banyak belajar nih.

    ReplyDelete
  4. saya jadi ingat ketika awal2 berumah-tangga. masakan saya banyak dikoreksi sama suami. saya sampe ngambek2. "kalau mau yang sesuai selera kamu, masak aja sendiri". gitu lah kira2 ngambeknya saya.
    di luar dugaan, ternyata suami memang feel rasa pada masakannya memang jago banget. masakan dia jauh lebih enak dari masakan saya 🙈

    ReplyDelete
  5. Masak itu seni ya menurutku sih. Aku aja merasa bisa masak sayur daun singkong setelah mencoba sebanyak 6x, baru terasa woww nikmat hahaha :) Keoengen sih bisa membuat masakan khas daerah, cuma kadang bahan2 atau bumbunya jarang ditemui ya :D #alasan wkwkwkwkwkw :D

    ReplyDelete
  6. waah inspiratif bgt pengalaman masaknya
    hiks hiks, aku tu nggak jago masak
    baca tulisan ini jadi pengen bisa masak

    ReplyDelete
  7. kalo saya terpaksa memasak untuk keluarga

    semula hanya suka bikin kue, tapi akhirnya , demi keluarga bisa masak macm-macam

    karena masak sendiri lebih ngirit dan higienis

    ReplyDelete
  8. saya suka memasak semenjak kuliah, memasak memandu membuat masakan mandiri dengan berkreasi.

    ReplyDelete
  9. bener banget nih ... memasak itu dapat membentuk hubungan terhadap keluarga, karena kita bisa diskusi bersama, kakak mau makan apa, adik mau dimasakin apa, pokoknya memasak ibu bagi saya kebutuhan hobi untuk menyenangkan keluarga

    ReplyDelete
  10. Saya ingin sekali suka memasak namun kadang rasa malas mengalahkan segalanya. Hehehe. Semangat mbaaak

    ReplyDelete
  11. Jaman kecil dulu, saya suka ikut ibu rewang, membantu memasak di tempat tetangga yang punya hajatan. Selain senang karena sering di kasih aneka kudapan, saya juga suka mengamati ibu-ibu yang sedang memasak aneka olahan itu.

    ReplyDelete
  12. Aku tim ngikut aja lah kalau masak. Bahkan gak berani potong-potong. Cuma kupas sama nyuci aja deh. Paling males berdebat karena suka beda caranya hehehe
    Jadilah cari aman sajaa :D

    ReplyDelete
  13. Seru ya mbak, jadi rindu pengen ngumpul2 lagi sama teman2. Aku kalau masak bareng jarang ngadain, seringnya potluck, jadi masaknya sudah dirumah dibagi tugas, pas kumpul udah bawa matengannya.

    ReplyDelete
  14. Menarik banget ya, aku dulu nggak suka masak. Sekarang kadang-kadang juga masih mager mau masak, tapi sudah menikmati. Apalagi kalau masakan kita disukai, jadi semangat. Setelah tahu celahnya ternyata saya nggak suka masak karena malas nyuci wadah bekas masak.

    ReplyDelete
  15. aku baru beberapa bulan ini mbak menikmati proses memasak. sebenernya lumayan cape, jadi banyak cucian bekas alat masak dan gas nya cepet abis siiih wkwk tapi respon suami & anak bikin aku tetep bertahan memasak hahaha

    ReplyDelete
  16. Ya... Ini adalah true... Dengan memasak, hubungan akan bisa menjadi lebih dekat... Akan bisa saling mengenal satu diantara yg lain, dan dengan memasakpulalah rasa sayang antar seseorang akan tumbuh.. hehehehe

    ReplyDelete
  17. Keren sekali sih, aku kok sampai sekarang masih nggak bisa menikmati memasak. Kalau duitku udah berlebih, bakal pesen katering aku saben hari.. :D :D Biar bisa bebas dari acara masak-memasak.

    Aku malah sangat menghindari acara memasak bareng tetangga, kalau boleh deh, mending nggak ikut. Karena bener-bener nggak nyaman... pengen cepet pulang, rebahan di rumah dan Ikut pas makan-makannya aja wkwk...

    ReplyDelete
  18. Menarik nih sudut pandang kak Ovie tentang memasak bersama dalam menjalin ikatan sosial. Baru tersadarkan setelah baca artikel ini. Sejauh ini aku suka masak bareng sama orang yang benar-benar dikenal aja. Kalau orang baru kenal, apalagi tetangga yang sukanya ngegosip, mending aku nonton film aja deh. Hahahaa.

    ReplyDelete

Post a Comment