Cerita Ovie Lifestyle Blogger

Pekerjaan Impian Pemilik Cafe & Little Library

8 comments
Konten [Tampil]
Pekerjaan Impian
Senang nggak sih kalau sobat memiliki pekerjaan impian? Seperti apa pekerjaan yang diinginkan? Saya ingin berbagi harapan pekerjaan yang dari dulu dibayang-bayang. Bayangan ini entahlah sejak kapan di mulai. Mungkin sejak saya menyukai buku?

Dulu waktu kecil saya sebenarnya bingung dengan cita-cita apa? Karena dulu cita-cita yang selalu digaungkan adalah guru, pns, pegawai pemerintah lainnya, polisi atau TNI. Pekerjaan itu sangat bermartabat sekali dalam lingkungan saya. Tapi entah kenapa saya tidak tertarik.

Sedikit informasi tentang jenis kerja lainnya maka saya pun terombang ambing dengan arus kehidupan. Hanya mengikuti rute kehidupan seperti umumnya. Sekolah, belajar, lulus dan mencari pekerjaan. Seiring berjalannya waktu saya melihat berbagai jenis kerja yang bisa dilakukan oleh orang-orang.

Ada yang sudah terbiasa dengan jenis kerjaannya ada juga yang masih aneh dengan profesinya. Bahkan banyak profesi yang tidak diketahui banyak orang. Juga jarang orang merekomendasikan pekerjaan tersebut. Contohnya sebagai pekerja lepas.

Saya pun melihat kondisi lingkungan yang saya tempati. Dan saya tertarik untuk menjadi pemilik cafe dan little library. Alasannya kenapa? Simak selengkapnya di bawah ini.

Alasan Memilih Pekerjaan Impian sebagi Pemiliki Cafe & Little Library


Mengapa kafe?


Kafe menurut saya adalah tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati kuliner yang disajikan. Terutama minuman dan cemilannya. Rasanya duduk di kafe adalah tempat yang bisa memberikan relaksasi sendiri. Apalagi dengan keindahan tempat, keramahan pelayanan dan makanan yang enak bisa menjadi tempat yang asyik buat nongkrong.

Saya ingin memiliki kafe yang menghidangkan makanan khas Nusantara. Terutama makanan lokal. Berbagi informasi tentang manfaat dan kandungan gizi makanan lokal. Karena saya melihat jarang sekali anak muda yang tahu akan makanan asli Nusantara. Jangankan anak muda, orang-orang dahulu pun beberapa memilih bahan pangan luar.

Kafe sebagai tempat orang untuk berbagi cerita, berkumpul atau menyendiri. Memberikan wadah bagi orang-orang yang ingin bertemu dengan banyak orang. Sebagai tempat bertukar pikiran maupun hanya bersenda gurau.

Pelayanan yang saya ingin berikan adalah ada dalam waktu sehari memberikan makanan gratis bagi siap saja. Mematok harga yang bisa dinikmati semua kalangan. Bahan makanan yang disajikan yang cukup berkualitas.

Terutama saya ingin menjadikan tempat untuk orang-orang yang tidak banyak aktivitas berkumpul sambil menikmati sajian dan wifi gratis. Mewadahi orang-orang yang punya ide berkegiatan untuk berbagi informasi kepada yang kurang aktivitas. Sebagai tempat informasi.

Mengapa Little Library?


Perpustakaan kecil ini ingin saya tempatkan di dalam kafe. Karena saya ingin menyebarkan budaya baca kepada semua orang. Sehingga saya ingin memiliki berbagai genre buku yang bisa dipajang.

Buku adalah jendela dunia, saya pun merasakan betapa berpengaruhnya buku dalam kehidupan saya. Nah saya ingin memberikan virus baca pada orang-orang agar tahu manfaat membaca.

Sehingga saya ingin menjadi tempat berdiskusi tentang buku, kepenulisan bahkan komunitas literasi. Dari sini virus baca bisa menyebar luas. Saya merasakan waktu sekolah dasar perpus kecil kami ditutup. Entah apa alasannya. Padahal saya suka sekali aroma buku. Bahkan yang sudah lama saya lebih suka.

Penutup


Saya ingin pekerjaan impian pemilik cafe & little library ini menjadi wadah buat anak muda, orang umum untuk relaksasi, berkarya, berdiskusi dan berbagi informasi yang sangat bermanfaat. Saya tahu rasanya tidak ada aktivitas sama sekali dan tidak punya teman untuk diajak mengobrol. Dengan fasilitas yang ingin saya berikan bisa mengurangi stres kawula muda dan orang-orang yang kurang aktivitas.
ovie
Hai, selamat berkunjung di blog Cerita Ovie yang bercerita tentang kuliner, beauty, tips, jalan-jalan, dan tentang buku.
Newer Oldest

Related Posts

8 comments

  1. Ya Allah, mimpinya samaaaa

    ReplyDelete
  2. Library di dalam cafe?. Wow, konsep yang unik, Which is keren sekali. So, costumer yang datang tidak hanya mengisi perut, tetapi juga mengisi otak dengan ilmu pengetahuan. Bravo sister

    ReplyDelete
  3. Waaah dulu waktu kuliah aku seneng banget mba ada cafe buku. Sayang fasilitas wifinya kurang memadai, padahal enak banget buat sendirian ngerjain skripsi kalau suntuk di kosan.

    ReplyDelete
  4. Kalau ada kafe buku d kotaku, aku pasti bakal betah banget dan sering ke sana mba. Aku suka banget konsepnya. Bisa nyaman sendirian sambil baca buku favorit dan minuman kesukaan.

    ReplyDelete
  5. Di Depok ada nih, malah di jalan Margonda, jalan terbesar di sini.
    Tapi lupa namanya, pernah makan di sana padahal.
    Di Semarang juga ada, tapi lebih dominan perpusnya.
    Seru sih...kalau gak inget cucian mah, pengen seharian di sana

    ReplyDelete
  6. Waktu kuliah aku suka nongkrong nih di kafe macam ini, lalu jadi punya impian juga punya cafe semacam itu. Sampai saat ini juga masih kepengen sih.. selain itu di pojokan cafe ada tempat untuk perform teater, baca puisi.. lalu ada juga meeting room buat pojok diskusi komunitas2 parenting, komunitas baca dll..

    Mimpi aja dulu yaaa hihi.

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah mimpinya bagus bgt ma. Semoga tercapai dan terlaksana ya. Nantibisa lah mampir hehe

    ReplyDelete

Post a Comment